Testimoni oleh Firdi – 13507045

May 20, 2009

Wawancara tanggal 14 Mei 2009

  1. Shieny Aprilia (koordinator lab programming)

Perempuan asli dari Kota Bandung ini adalah “cheercoder “ di lab programming atau merupakan perempuan satu-satunya di lab programming. Sesuai dengan nama belakangnya yaitu Aprilia, kak Shieny lahir di bulan April tepatnya tanggal 27 April 1987. Hobinya adalah coding (yang memotivasinya mendaftar ke lab programming) dan main basket, pantas saja tubuhnya lumayan tinggi😛

Ketika ditanya statusnya, kak Shieny yang tinggal di Terusan Kiara Condong Gang PLN II no 2 tampak berpikir sebentar sebelum menjawab “single aja deh”, dari tanggapan seperti itu bisa dilihat kalau dia sepertinya sedang didekati oleh seseorang(pria tentunya), wah kabar buruk nih bagi yang mengincar kak Shieny. Untuk mengetahui siapa pria tersebut, saya tanyakan tipikal cowok idamannya dan dijawab “yang jago ngoding(kelihatan kemungkinan besar jurusan IF), baik, perhatian, dan tidak gemuk”. Setelah itu ia tidak mau membocorkan lebih jauh lagi, sayang sekali.

Kak Shieny orangnya ramah, enak diajak ngobrol, serta aktif di organisasi, selain di HMIF ia juga aktif di KMK dan bahkan menjadi koordinator publikasi di sana. Sisi kerohaniannya pun terlihat kuat yang terlihat di motonya “Do the best and God will do the rest”.

2. Aditya Dwiperdana (koordinator lab gaib)

Pria asal kota Bandung ini lahir tanggal 12 Agustus 1987. Ia tinggal di Jl. Burung Gereja no.3, deket Gasibu, jadi tidak jauh-jauh dari ITB, bisa dikunjungi kalau ingin bertanya-tanya tentang mata kuliah gaib. Kak Aditya ini sudah mempunyai pacar (pernyataan yang tidak mengejutkan dilihat dari perawakannya yang rapi dan pintar). Hobinya ada dua yaitu membaca dan bermain game, ia juga aktif dalam organisasi Genshiken.

Motivasinya memilih jurusan IF adalah bidang ini selalu berkembang dan sehingga sangat menarik untuk dipelajari. Sedangkan motivasinya mendaftar ke lab gaib karena kecintaannya pada game membuatnya tertarik untuk membuat game, dan lab yang paling berhubungan dengan bidang tersebut adalah lab gaib. Pengalaman menarik yang dialaminya selama di IF ITB adalah mengikuti berbagai lomba sains dan menemukan pelajaran-pelajaran menarik yang sebelumnya belum diketahuinya. Wah, terlihat sekali kak Aditya ini merupakan orang yang haus ilmu.

Kesan saya ketika melihat kak Aditya adalah orangnya sangat serius, pendiam, dan susah diajak ngobrol. Tetapi kesan tersebut ternyata salah karena orangnya santai dan mudah diajak ngobrol, bahkan ia juga sering balik bertanya beberapa hal ke saya, misalnya kenapa memilih basdat dan bukan gaib. Moto hidupnya adalah “everyday is once in a lifetime”.

3. Deddy Wahyudi

Pria asal Jakarta ini nge-kost di Parahyangan Hall (Wow,salah satu kost terkeren di kawasan Ciumbuleuit) yang terletak di jalan Bukit Indah daerah Ciumbuleuit. Kak Deddy yang kelahiran 23 Desember 1987 berasal dari SMA Rici di Jakarta (dekat Glodok). SMA ini merupakan SMA terpopuler kedua setelah SMAK BPK Penabur di Jakarta Barat, tapi juga mempunyai catatan buruk dalam hubungan antara siswa perempuan dan laki-lakinya. Hobinya adalah bermian game dengan genre RPG (Role Playing Games), RTS(Real Time Strategy), dan FPS(First Person Shooting), hobi lainnya yaitu nonton dorama, berenang (di Gallery Ciumbuleuit), dan fitness.

Motivasinya masuk lab karena mendengar cerita dari angkatan-angkatan atas kalau diterima menjadi asisten lab, kita mempunyai tempat nongkrong serta diberitahu password sebuah komputer di lab tersebut, pada jaman tersebut dimana laptop belum menjamur, ini merupakan keuntungan yang luar biasa. Kenapa lab yang dipilih basdat adalah karena dulunya di lab basdat ini ada kenalan di lab tersebut sehingga bisa ditanya-tanya kalau ada kesulitan. Serta bisa dekat dengan dosen sehingga kita bisa mencari koneksi (misalnya mau membuat surat rekomendasi) dari dosen tersebut. Kak Deddy sedang membuat paper tentang OS untuk mendapatkan surat rekomendasi dari orang luar negeri yang membantunya dalam melamar S2 di Amerika Serikat.

Kak Deddy orangnya humoris (saya sering tertawa dibuatnya) dan sosok mahasiswa atas teladan (banyak membagi-bagikan tips-tips berguna), serta berpandangan jauh ke depan (terlihat dari penjelasannya yang panjang lebar tentang masa depannya dimana ia tertarik untuk berdagang setelah melihat ibunya tetapi sebelumnya ingin mencicipi dulu bagaimana kerja di kantor yang sebenarnya setelah pengalaman KP nya yang buruk dimana suasana kerja di tempat kerjanya malas-malasan), dan juga aktif dalam berorganisasi yaitu menjadi ketua panitia MW (Meditation Workshop) yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Buddhis ITB tahun 2007.

4. Hendro

Kak Hendro adalah salah satu mahasiswa IF yang popular karena sedang menempuh pendidikan di Korea. Pria kelahiran Pekanbaru tanggal 1 Juni 1988 adalah bermain basket dan bermain DOtA. Alamatnya nge-kost nya sewaktu di ITB adalah di ciumbuleuit gg. Suhari 95/155A. Kak Hendro sangat betah di Korea sana karena pendidikan di sana sangat didukung, karena hal itulah ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Strata-2 di Korea . Dosen favoritnya adalah Bu Tricya karena Bu Tricya pintar, baik, dan enak mengajarnya.

Motivasinya mendaftar lab basis data adalah karena tertarik pada bidang basis data. Lho, tapi bukannya dulu mahasiswa tingkat dua belum mendapat kuliah basis data. Setelah ditanya lebih lanjut, ternyata dulu pemrograman internet diajarkan di tingkat dua dan di sana Kak Hendro belajar sedikit mengenai basis data sehingga tertarik untuk mendalami di sana, dan salah satu jalannya adalah dengan masuk lab basis data. Salah satu keuntungan yang dialami ketika menjadi asisten basis data adalah lebih mengenal dosen dan lebih mengerti soal basis data.

Kak Hendro sepertinya orang yang riang karena sering tersenyum dan senang ngobrol (YM nya nyala hampir setiap saat), dan senang jalan-jalan karena pengalaman menariknya adalah ketika KP, dia keliling Jawa karena ditugaskan oleh perusahaannya, ada beberapa orang yang tidak senang dengan tempat kerja yang selalu berubah-ubah, tapi Kak Hendro senang-senang saja karena menikmati berkunjung ke berbagai kota di Jawa. Motonya adalah challenge yourself.

Wawancara tanggal 15 Mei 2009

5. David Samuel

Orang yang kadang-kadang dipanggil “Davsam” atau “Dacin” ini tinggal di Jl. H. Mesri dekat Kartika Sari yang merupakan rumah neneknya. Pria yang mempunyai hobi berolahraga voli dan basket ini lahir di Jogja tanggal 19 Februari 1988, baru berumur 6 bulan ia sudah pindah ke Jambi karena orangtuanya dipindahtugaskan ke sana. Ia bersekolah di TK, SD,dan SMP Xaverius 1 di Jambi sejak saat itu sampai kelas 1 SMA, kemudian pindah kembali ke Jogja dan bersekolah di SMA Baptri I. Pengalaman menarik menurutnya selama di ITB adalah menyaksikan budaya-budaya menarik di ITB misalnya kalau ulang tahun, biasanya diceburin di kolam Indonesia Tenggelam. Ketika ditanya apakah ia pernah diceburin, ternyata tidak pernah karena tidak ada yang kuat mengangkatnya. Statusnya masih single, “Mungkin masih belum waktunya”, jawabnya. Dosen favoritnya adalah Pak Rinaldi dan Bu Tricya karena ngajarnya jelas dan benar-benar menguasai materi.

Kak David ini dulu mendaftar ke dua lab yaitu Basis Data dan Programming. Akhirnya yang programming ditinggalkan karena menurutnya tugas Basis Data yaitu membuat web yang terhubung dengan suatu basis data lebih menarik baginya dibanding tugas lab Programming yaitu membuat plug-in untuk notepad++. Keuntungan yang didapat setelah diterima di lab Basis Data adalah mendapatkan teman-teman yang lebih dekat, bisa lebih dekat dengan dosen, dan sempat mendapat proyek menangani web dse.itb.ac.id.

Kak David ini orangnya lucu, lihat saja kekocakannya saat menjadi MC ketika wisuda dan saat mempresentasikan lab basis data saat open house lab IF. Dia juga pintar, terlihat dari prestasinya sebagai mahasiswa berprestasi IF dan juara I Imagine Cup. Ketika diminta menceritakan sedikit pengalamannya ketika mengikut Imagine Cup, ia mengatakan kalau sempat deg-degan, serta latihan presentasi dan mengecek alat-alat sampai malam agar presentasinya berjalan lancer keesokan harinya. Pengalaman tak terlupakan lainnya adalah bisa bertemu Steve Balmer (CEO Microsoft) yang tentunya tidak sembarang orang bisa bertemu beliau. Organisasi yang diikutinya adalah tim reporter yang melaporkan di website itb.ac.id, tapi belakangan ini ia tidak begitu aktif lagi di sana. Moto hidup kak David adalah the best way to predict the future is to invent it yang dikutip dari kata-kata Alan Kay(Founding Father konsep OOP).

6. Adriansyah (koordinator lab sister)

Pria kelahiran Palembang tanggal 15 April 1987 ini mempunyai hobi bermain bulutangkis, bermain gitar, dan mendengarkan musik. Statusnya adalah high quality jomblo (alias masih single). Mata kuliah favoritnya adalah PBO (Pemrograman Berorientasi Objek) karena yang mengajar Bu Inge, beliau walaupun orangnya agak cerewet tetapi mengajarnya jelas sehingga konsep pemrograman benar-benar dipahami. Kak Adriansyah juga mempunyai pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan Bu Inge yaitu ia pernah terlambat saat memasuki kelas Bu Inge dan parahnya lagi ia memakai sandal, akhirnya ia dipanggil Bu Inge ke depan dan diomelin di depan kelas.

Motivasinya masuk lab sister adalah karena ia tertarik dengan mata kuliah lab sister (khususnya aplikasi mobile) dan embedded system. Kak Adriansyah terpilih menjadi koordinator melalui musyawarah asisten-asisten sister waktu itu dan dengan menjadi seorang koordinator ia mendapatkan beberapa keuntungan yaitu mendapat tanggung jawab lebih (sehingga melatih tanggung jawab kita) dan lebih dekat ke dosen.

Pertama agak sulit juga untuk mengenali kak Adriansyah karena ia terlihat berbeda dengan fotonya di lab sister khususnya model rambutnya, kalau dulu terlihat seperti anak teladan, sekarang terlihat lebih bergaya dan postur tubuhnya juga besar. Ia merupakan orang yang berprestasi, prestasi-prestasi yang pernah ia raih saat menjadi mahasiswa adalah 10 besar Indosat Wireless Innovation Contest, 10 besar Imagine Cup, juara 2 Simulation Business Game yang diselenggarakan universitas Taiwan, juara 3 lomba web design di UI, dan juara 3 lomba Innovative Entrepreneurship. Setelah lulus, ia ingin mencari kerja di Jakarta. Cita-citanya adalah ingin mempunyai perusahaan sendiri di EO dan agency. Wah benar-benar berjiwa bisnis. Kak Adriansyah juga merupakan asisten comlabs dan aktif di sana, misalnya menjadi EO FSL(Free Saturday Lesson) dan kepala divisi bagian inventaris. Moto hidupnya adalah kerja keras, cerdas, dan ikhlas.

7.Brian Al Bahr

Nama Brian mungkin banyak ditemui di tempat lain tetapi nama belakangnya mungkin khas nya Kak Brian. Al Bahr artinya batu karang walaupun tidak diketahui bahasa apa. Kak Brian lahir di Bandung tanggal 11 Juni 1987, mungkin pembaca tulisan ini bertanya-tanya kenapa lahir tahun 1987 masih angkatan 2006, ternyata hal tersebut disebabkan karena ia bersekolah di SD St. Aloysius Bandung dimana batas umur murid-murid yang diterima disana biasanya setahun lebih tua dibanding sekolah-sekolah lain. Kak Brian yang tinggal di Bukit Sakinah suka bermain gitar dan ngeceng (karena statusnya masih single sih).

Motivasinya memilih basdat adalah karena menurutnya tugas-tugas basdat lebih ringan dibanding lab-lab lain (wah, kalau tahun ini sih ada lab lain yang lebih ringan tugasnya disbanding lab basdat). Keuntungannya setelah diterima sebagai asisten lab basis data adalah ada tempat nongkrong, lebih dekat dengan dosen, dan ditraktir kalau ada rapat.

Kak Brian orangnya terlihat santai dan kalau tidak dikenal orangnya terlihat pendiam dengan model rambut khas, tetapi setelah diajak ngobrol ternyata murah senyum juga dan suka becanda juga seperti ketika ditanya organisasi apa yang diikuti selain HMIF, dia menjawab banyak padahal cuma ada dua yaitu KMK dan 8EH (radio kampus) itupun pasif. Mata kuliah favoritnya adalah basis data. Ia sedang mengikuti jejak kak David Samuel dengan mengikuti Imagine Cup untuk bidang embedded, semoga saja Kak Brian juga bisa jadi juara. Moto hidupnya sederhana saja yaitu jangan pernah menyerah.

8. Alsassian Atmopawiro

Salah satu angkatan tertua yang masih menjadi asisten basdat ini tinggal di Kompleks Cimindi Raya R6, ia dulu bersekolah di SMAN 3 Bandung. Kak Alsa lahir di Bandung tanggal 15 Juni 1987. Hobinya adalah bermain futsal, tapi itupun sudah jarang. Pengalaman menariknya adalah menjadi juara 3 Imagine Cup. Setelah lulus nanti, ia berniat kerja dulu dan diharapkan bidang kerjanya masih IT. Dulunya ia kerja praktek di Balikem yang merupakan semacam software house, dalam kerja prakteknyapun kerjaannya masih berhubungan dengan basis data.

Motivasi masuk lab basis data adalah karena pelajarannya mudah dimengerti dan lab nya dekat dibanding lab-lab lain khususnya lab-lab yang di lantai 4. Keuntungan setelah menjadi asisten basis data adalah mendapatkan teman-teman dekat, ada tempat nongkrong, lebih mengenal dosen, dapat komputer dan loker sendiri sehingga tidak masalah kalau harus mengerjakan tugas di kampus.

Kak Alsa merupakan orang yang pendiam dengan wajah lumayan ganteng (karena itu ia telah mempunyai pacar yaitu Kak Lovinta yang merupakan asisten Lab SI). Cita-citanya sederhana saja tidak seperti mahasiswa-mahasiswa ITB pada umumnya yang skala cita-citanya Indonesia atau dunia tetapi cita-citanya adalah berkeluarga. Motonya juga cukup sederhana yaitu maju terus. Kak Alsa juga aktif di HMIF dengan menjadi koordinator divisi media. Ia juga baik dengan berbagi tips bagi calon asisten basis data yaitu kerjakan tugas dengan baik karena kalian akan mendapatkan pelajaran dari sana.

9. Catur Wirawan Wijiutomo (koordinator admin)

Kak Catur merupakan kelahiran Jakarta tanggal 10 April 1987. Ia tinggal di Jl. Sekloa III di daerah Dipati Ukur. Hobinya cukup menyeramkan yaitu mengoprek server dan bermain netkit. Benar-benar admin sejati. Mata kuliah favoritnya adalah pemrograman sistem yang dihindari oleh kebanyakan mahasiswa IF karena dianggap susah, tetapi kata Kak Catur, “Asal kamu menyenangi mata kuliah itu, ga susah koq.” Statusnya masih single. Cita-citanya sangat keren yaitu ingin menjadikan dunia IT dapat dinikmati secara merata di Indonesia, karena masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita yang belum mencicipi teknologi IT. Salah satu caranya adalah dengan internet, ia ingin menjadikan internet dapat diakses oleh desa-desa dan biayanya pun murah dan koneksi internet-nya lancar seperti di luar negeri, bila hal tersebut terwujud, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negara yang paling maju IT-nya. Kak Catur dulunya kerja praktek di ACC di Jakarta Pusat. Setelah lulus, ia ingin bekerja dulu (kerjanya pun ingin yang berhubungan dengan admin) setelah itu baru melanjutkan pendidikan S2. Dosen favoritnya adalah Pak Imam karena penjelasan beliau detil di kuliah dan bersedia berinteraksi dengan kita apabila kita mempunyai argumen terhadap penjelasannya. Dosen favorit kedua adalah Pak Riza karena beliau orangnya santai dan memiliki metode pengajaran yang lebih berbasis kepada praktik.

Motivasi Kak Catur dalam memilih admin sudah jelas apabila kita melihat hobinya yang sangat berkaitan dengan admin. Keuntungan menjadi admin adalah memegang sesuatu yang penting bagi orang lain (misalnya e-mail) sehingga dengan menjaganya dapat diakses dan dipergunakan dengan baik sama dengan beramal. Selain itu kita mendapat banyak ilmu baru dari senior-senior di admin walaupun senior sendiri tidak mau mengajarkan semuanya dengan detil agar juniornya mau mencari tahu sendiri.

Kak Catur merupakan orang yang sering ditemui di kelas atau di labdas, pembawaannya tenang. Dia aktif di ISO dan pernah menjadi kepala dari grup biola serta aktif di HMIF dan sempat menjadi calon ketua himpunan. Selama menjadi cakahim, ia mendapat pengalaman yang tak terlupakan yaitu ketika ia mengajukan untuk menghapus sebuah divisi, argumennya langsung dibantah oleh seseorang dan ia tidak mampu membalasnya karena ia sebetulnya kurang persiapan sehingga ia merasa malu di depan umum, tetapi hal tersebut dijadikannya pelajaran yang berharga. Pengalaman berharga di admin adalah ia berhasil merestrukturisasi sistem sehingga sekarang sistem tidak perlu direset setiap minggu seperti dulu, tetapi cukup 3 bulan sekali, kemudian ia juga menjadi sering rapat dengan anggota-anggota admin mengenai masalah-masalah server serta bekerja sama dengan bapak-bapak di duktek.

10. Irma Juniati

Satu-satunya perempuan yang masih merupakan asisten lab basis data, karena itu sepertinya ia menjadi simbol dari lab basis data. Perempuan kelahiran 27 Juni 1988 ini memiliki hobi minum kopi (mungkin karena tiap malam begadang untuk belajar atau membuat tugas), dan yang mengejutkan ternyata Kak Irma bisa bermain game juga walaupun yang dimaininnya cuma game-game mini misalnya game-game keluaran Game House. Kalau ingin mengunjungi Kak Irma, tinggal datang ke Bukit Indah I /105A di kawasan Ciumbuleuit tapi sayangnya itu merupakan kos khusus cewek sehingga peraturannya agak ketat mengenai tamu lain jenis. Dosen favoritnya adalah Bu Tricya (kayaknya beliau merupakan dosen favorit asisten lab basdat, coba saja lihat testi saya mengenai asisten lab basdat lain, jadi penasaran gimana sih rasanya diajar sama beliau). Cita-citanya singkat, padat, dan memang diinginkan hampir semua orang yaitu kaya raya.

Motivasi masuk lab basis data adalah karena lab selain basis data tidak menarik perhatiannya. Lab Programming tidak diminatinya karena tidak menyenangi mata kuliah algoritma dan struktur data, dan PBO. Lab sister juga tidak diminatinya karena juga tidak menyukai mata kuliah organisasi dan arsitektur computer, sedangkan lab gaib, irk, rpl, apalagi admin panas. Pada saat itu ia sama sekali tidak menyadari ada lab SI sehingga pilihan yang tersisa hanya tinggal lab basis data. Keuntungan setelah menjadi asisten basis data menurutnya adalah mendapatkan tempat nongkrong(memang sepertinya kak Irma yang paling sering kelihatan di lab basdat) dan loker sendiri.

Kak Irma orangnya baik, bersedia berbagi pengalamannya yang berharga kepada adik-adik kelasnya, kalau belum kenal, orangnya terlihat pelit senyum dan susah didekati. Tapi kalau sudah kenal, orangnya tidak seperti itu, malah bisa dikatakan ramah, tetapi hati-hati saja kalau dia sedang bete atau mood nya sedang jelek. Selain di lab, Kak Irma juga aktif di Keluarga Mahasiswa Buddhis dengan beberapa kali menjadi pengurus inti berbagai acara kepanitiaan bahkan tahun lalu menjadi ketua panitia Meditation Workshop setelah tahun sebelumnya dijabat oleh Kak Deddy(sayangnya tahun ini ketua MW tersebut tidak dijabat oleh asisten lab basdat lagi). Mata kuliah favoritnya adalah Basis Data tentunya, serta Kriptografi dan Strategi Algoritma. Pengalaman tak terlupakannnya adalah pernah menginap di ITB karena mempersiapkan stand KMB untuk Open House Unit sampai hampir subuh. Benar-benar orang yang loyal terhadap organisasi yang diikutinya.

Wawancara tanggal 16 Mei 2009

11. Larissa Rena (koordinator lab SI)

Kak Larissa yang tinggal di daerah setraduta (daerah Pasteur) lahir tanggal 19 Agustus 1987 di Bandung. Ia mempunyai jiwa petualang dilihat dari hobinya yaitu menyukai travelling. Cita-citanya adalah mengelilingi dunia setelah mengelilingi Indonesia. Ia telah mengelilingi Jawa. Kerja prakteknya adalah di perusahaan Lowe(sebuah perusahaan advertising) di Jakarta, waktu itu kerjanya berdua dengan Indra Soaloon untuk membuat inventaris dari peralatan-peralatan di sana. Di sana ia banyak belajar mengenai hal-hal di luar IF sehingga nanti kalau ia telah lulus, kalau tidak mendapatkan beasiswa S2 dia ingin bekerja dulu dan bidangnya jangan yang IF banget karena ingin juga belajar bidang-bidang yang lain. Organisasi yang diikuti selain HMIF adalah LSS dan Bandung Trails yang merupakan organisasi non-profit untuk mensosialisasi peninggalan sejarah Bandung. Jadi kerjaannya seperti tour guide tetapi tanpa bayaran.

Motivasinya memilih lab SI adalah karena SI menurutnya memandang semua bagian IF lain dari atas sehingga lebih ke arah penggabungan apa yang dipelajari di bagian-bagian IF yang lain. Keuntungan setelah menjadi asisten SI adalah wawasan tentang SI menjadi lebih luas dan jadi lebih mudah berdiskusi tentang hal-hal berkaitan dengan SI karena teman-teman asisten lain adalah teman yang juga berminat di bidang SI. Keuntungan lain adalah bisa lebih kenal dengan dosen sehingga sering ditraktir (khususnya dalam buka bareng lab SI). Lab SI pun AC nya lebih dingin dibanding lab lain. Kak Larissa punya cerita lucu ketika dia dipilih menjadi koordinator, tiga orang asisten lab SI angkatan 2005 lain karena , sehingga mereka bekerja sama untuk memilih kak Larissa menjadi koordinator lab SI. Tetapi setelah menjadi koordinator, ia mendapatkan banyak keuntungan antara lain melatih rasa tanggung jawab karena diberi tanggung jawab lebih, dan melatih untuk menangani resource, menangani acara-acara yang diselenggarakan lab, dan menangani hubungan dengan lab lain sehingga lebih kenal koordinator lab lain.

Kak Larissa mudah dikenali dari rambutnya yang keriting dan wajahnya yang ramah dan murah senyum. Orangnya sangat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, bisa kita lihat dari moto hidupnya yang ada pertama yaitu yang pertama timing is a killer, seizing is a healer. Dan dia pun bukan orang yang gila uang dilihat dari moto hidupnya yang kedua yaitu a trip doesn’t have to be expensive but it has to be a rich. Dengan adanya moto hidup seperti itu, setiap saat merupakan pengalaman menarik baginya. Dosen favoritnya adalah Bu Tricya karena beliau mempunyai tiga aspek yaitu beuty, brain, behavior dan sangat profesional dalam mengajar. Mata kuliahnya adalah rekayasa interaksi. Proyek yang pernah diikuti adalah ikut lomba the mastic (software design), waktu itu ia membuat bimbel online dan hasilnya masuk 10 besar. Oh ya status kak Larissa adalah single and available jadi masih terbuka bagi pria-pria untuk mendekati kak Larissa.

12. Joelian Samuel

Koordinator lab basis data ini lahir di Jakarta hanya saja besar di Bekasi. Alamatnya adalah di Rawa Lumbu, Bekasi. Hobinya tidak muluk-muluk seperti coding, tapi hobi santai seperti menonton TV. Organisasi yang diikuti kak Joel banyak selain HMIF yaitu Hockey, calon staf kokesma, asisten comlabs. Hanya saja ia pasif dalam kebanyakan dari organisasi-organisasi tersebut karena susah juga membagi waktu kalau mau aktif di semuanya. Kerja Prakteknya dulu di pabrik Freeport di Papua, pekerjaannya adalah membuat sistem informasi untuk diisi oleh mereka selama tiga bulan. Walaupun di Papua terkenal akan ketidakamanannya tetapi di pabrik tersebut keamanannya berlapis-lapis sehingga aman-aman saja bekerja di sana. Pengalaman menarik selama di Papua adalah melihat truk setinggi 5 meter yang rodanya saja melebihi tinggi orang dewasa pada umumnya, wah saya saja belum pernah melihat ada truk sebesar itu, bagaimana cara mengendarainya ya.

Motivasi masuk lab basis data adalah tertarik pada bidang administrasi dan banyak kenalan angkatan 2003 yang merupakan asisten lab basis data sehingga tidak segan bertanya kalau ada kesulitan. Keuntungan setelah menjadi asisten lab adalah mendapatkan password administrator untuk sebuah komputer di lab basis data, mendapatkan sebuah tempat nongkrong yang jelas, dan lebih mengenal dosen. Perasaan setelah menjadi koordinator adalah rasa tanggung jawab lebih terlatih.

Kak Joel merupakan orang berbadan besar sehingga mudah dikenali dari jauh, serta sama seperti Kak Deddy, orangnya kocak dan mau membagikan tips-tips berharga yang didapat dari pengalamannya selama ini. Mata kuliah favorit dan dosen favorit (lagi-lagi) Basis Data dan Bu Tricya. Sepertinya kalau menurut data mining yang disukai kak Deddy, seorang asisten lab basis data mempunyai kemungkinan sangat besar untuk menyukai mata kuliah Basis Data dan dosen favoritnya Bu Tricya. Kak Joel yang statusnya masih single ini setelah lulus, bila mendapat beasiswa S2, maka akan melanjutkan kuliah di S2, tetapi bila tidak, ia akan bekerja dulu dan inginnya adalah bekerja di bidang IF. Cita-citanya tidak muluk-muluk yaitu hidup bahagia. Terakhir, tips-tips untuk calon asisten lab basis data adalah sebisa mungkin tunjukkan personalitas baik dan niat anda untuk menjadi asisten lab basis data.

Wawancara tanggal 18 Mei 2009

13. Ivan Nugraha

Kak Ivan lahir di Bandung tanggal 24 Juni 1988 dan tinggal di Jl. Alap-alap 7A Garuda yang berada di daerah Elang. Moto hidupnya adalah mengerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan hobinya adalah membaca dan mendengarkan (misalnya curhatan orang). Kak Ivan rencananya ingin mengambil fast track karena ingin cepat-cepat bekerja tetapi ingin menyelesaikan dulu pendidikan di S2 karena bila sudah bekerja biasanya tidak bisa berkonsentrasi lagi pada belajar bila mengambil S2. Kak Ivanpun mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, bila ia bekerja, ia ingin kerja di perusahaan milik negara (misalnya di Telkom) karena ia melihat banyak lulusan IF yang bekerja di luar negeri, sangat disayangkan orang-orang terbaik di Indonesia akhirnya mengabdi di luar negeri.

Motivasi masuk ke lab basis data adalah karena tidak menyukai tempat admin yang berada di kantor duktek, juga tidak mau ke lab programming karena tidak menyukai coding, lalu tidak mengetahui SI itu seperti apa sehingga tidak ingin ke lab SI, dan kak Ivan juga tidak menyukai mata kuliah RPL dan orkom sehingga tidak ingin ke lab RPL dan sister. Dengan begitu pilihan yang tersisa adalah lab basis data dan IRK, karena dua koordinator PSDA menjadi asisten di IRK, maka kak Ivan ingin memilih yang lain, maka dipilihlah lab basis data. Alasan yang lain yaitu melihat di BPS, pemanfaatan data sangat diperlukan sehingga basis data ternyata penting. Keuntungan yang didapat setelah menjadi asisten lab basid data adalah lebih dekat dengan dosen karena lab ini paling dekat dengan dosen (makan bareng dosen biasanya dua kali setiap tahunnya) dan ada foto-foto bareng dosen. Suasana di lab basis data pun lebih ramai dibanding lab lain.

Kak Ivan merupakan orang yang sangat aktif dalam berorganisasi. Ia mengurusi PLO STEI 2008 dan 2009, menjadi koordinator PSDA HMIF dan sempat juga menjadi calon ketua himpunan HMIF, serta menjadi koordinator kuliah basis data. Tidak semua orang mampu mengurusi sebanyak itu. Padahal ketika TPB, ayah kak Ivan kuliah sehingga kak Ivan harus segera pulang setelah kuliah, iapun berpikir untuk tidak berorganisasi lagi, masa-masa berorganisasi hanya di SMA saja tetapi ketika mengikuti PMB, ia jadi tertarik dengan organisasi. Tetapi dengan banyak kegiatan tersebut, ia memiliki sesuatu pengalaman menarik yaitu konsentrasi terpecah di setiap kegiatan tersebut sehingga banyak target dari kegiatan tersebut yang tidak tercapai. Jadi pesannya pada kami adalah kalau mengerjakan sesuatu kerjakannlah dengan sungguh-sungguh agar target yang diinginkan tercapai. Target dalam diri kak Ivan sekarang adalah menjalani fast track dengan baik dan membereskan pelantikan HMIF.

14. Winda Winanti (koordinator lab IRK)

Wanita kelahiran Bandung, 22 Mei 1989 ini tinggal di Kampung padi E10 Cisitu Indah. Subjur nya adalah RPL. Dulu kerja prakteknya di Bank Indonesia, bekerja dalam grand design data werehouse, di sana ia menjadi tim yang mereview. Pengalamannya selama kerja praktek adalah pelajaran-pelajaran yang dipelajari selama kuliah hanya terpakai sedikit sekali ketika kerja sehingga di sana kita juga harus banyak belajar juga. Pengalaman menariknya selama di IF adalah ketika diajar oleh Bu Inge, beliau merupakan dosen yang sangat disiplin sehingga masa-masa diajar olehnya sangat berkesan.

Kak Winda sebenarnya tertarik dengan basis data tetapi karena waktu itu ia belum mendapatkan mata kuliah tersebut maka ia belum berani untuk mendaftar ke lab basis data. Lalu dari semua mata kuliah yang sudah didapatnya, ia sangat tertarik dengan mata kuliah Matematika Diskrit dan Strategi Algoritmik yang keduanya merupakan mata kuliah lab IRK. Keuntungan yang terasa setelah menjadi asisten lab IRK adalah menjadi lebih dekat dengan asisten lain karena punya satu minat yang sama dan kadang-kadang para asisten juga menyelenggarakan sharing algoritma menarik. Keuntungan lainnya lebih dekat dengan dosen karena dosen di lab IRK paling mudah ditemui sehingga merekapun kalau mau cuci tangan biasanya ke ruang asisten karena tempat cuci tangan di sana sehingga sering bertegur sapa dengan dosen. Kak Winda mempunyai cerita menarik soal terpilihnya ia menjadi koordinator lab IRK, pertamanya tidak ada yang mau menjadi koordinator sehingga yang terjadi saling tunjuk untuk menjadi coordinator, kak Windapun pada mulanya tidak ingin menjadi koordinator sampai iapun rela menelepon asisten yang tidak datang rapat waktu itu untuk menunjuknya menjadi koordinator, tetapi yang bersangkutan tidak bersedia dan pada akhirnya koordinator IRK sebelum kak Winda menunjuk kak Winda sambil dijelaskan bahwa ia mampu menjadi koordinator, setelah dijelaskan, akhirnya kak Winda mau menjadi koordinator lab IRK.

Meskipun kak Winda merupakan asisten lab IRK tetapi bukan berarti dosen favoritnya adalah dosen lab IRK. Dosen favoritnya adalah Bu Putri karena beliau bisa memposisikan diri dengan baik ketika mengajar. Kak Winda bukan sosok wanita jaman sekarang, hal ini terlihat dari cita-citanya menjadi wanita karir dan hobinya adalah shopping. Setelah lulus, ia ingin bekerja dulu dan ingin bekerja di bidang IF, lebih spesifik lagi ia ingin bekerja di perusahaan IT atau di bank. Moto hidupnya tidak ada dan statusnya tidak dijawab. Kalau tidak dijawab sepertinya statusnya it’s complicated atau sedang didekati oleh seorang pria. Tidak ada organisasi yang diikutinya selain HMIF tetapi di HMIF ia sangat aktif dan menjadi kepala divisi kekeluargaan.

15. Ibnu Mas’ud

Kak Ibnu merupakan orang asli Bandung dan lahir tanggal 18 Juni 1988. Lagi-lagi bulan Juni, berarti kemungkinan besar seorang asisten lab basis data lahir di bulan Juni (kalau begini kemungkinan saya menjadi asisten lab basis data besar karena saya juga lahir di bulan Juni J). Kak Ibnu tinggal di Kompleks Cipadung Permai no A-1. Subjur kak Ibnu adalah RPL dan untuk kerja praktek nanti di Chevron yang di Riau.

Motivasi kak Ibnu memilih lab basis data setelah melihat kenalannya yang menjadi seorang database administrator dan gajinya sangat tinggi (70 juta rupiah lho) dan dalam seminggu cuma kerja hari Senin saja. Keuntungan menjadi asisten lab adalah tidak akan lupa dengan pelajaran basis data dan bisa mengeksploitasi fasilitas-fasilitas yang ada di lab basis data. Bahkan tahun ini akan dibuat server baru di lab basis data yang bisa digunakan untuk belajar sebagai DBA. Posisi kak Ibnu di lab basis data sekarang adalah sebagai admin server baru tersebut.

Dosen favorit kak Ibnu adalah Bu Tricya dan mata kuliah favoritnya adalah Sistem Basis Data. Kak Ibnu merupakan orang yang santai dilihat dari hobinya yaitu tidur dan baca komik. Orangnya juga lucu, ia kerap kali membuat pewawancara tertawa-tawa seperti ketika ditanya cita-citanya ia menjawab ingin beternak sapi. Moto hidupnya adalah hidup bahagia. Organisasi yang diikutinya selain HMIF tidak ada tetapi ia pernah mengajar di sebuah SMP sebagai pembina ekskul bagian teknologi tetapi sekarang sudah jarang karena sudah ada penggantinya. Setelah lulus nanti, kak Ibnu ingin bekerja di bagian basis data. Ketika ditanya statusnya, ia tidak mau menjawab (sepertinya perasaannya kepada kak Ivan masih kuat :P). Kak Ibnu juga merupakan orang yang sangat berbakti pada orang tua, dapat dilihat dari ceritanya mengapa memilih IF. Ia bercerita kalau ia sebenarnya ingin masuk kedokteran Unpad, tetapi diminta oleh orangtuanya untuk mengisi STEI ITB juga di formulir SPMB. Karena STEI ITB lebih sulit masuk, jadi agar tidak aneh, STEI ITB menjadi pilihan jurusan no 1, kedokteran Unpad no 2. Ternyata kak Ibnu malah diterima di pilihan pertama yaitu STEI ITB, tapi ia tetap santai saja dalam menjalaninya. Dari STEI pun, ia diminta orangtuanya untuk memilih IF, jadinya pilihan jurusannya IF. Tips-tips dari kak Ibnu untuk calon asisten basis data adalah lebih diperhatikan lab basis data dan pelajarannya serta sering-sering datang ke lab untuk mengakrabkan diri dengan asisten.

Wawancara tanggal 20 Mei 2009

16. Halim Munawar (koordinator lab RPL)

Kak Halim lahir di Cianjur tanggal 27 Juli 1987. Alamat kak Halim adalah di Jl. Cisitu Lama II 154/114 C. Kak Halim terkesan orang yang aktif yang bisa dilihat dari hobinya yaitu berolahraga (misalnya sepak bola dan basket) serta travelling. Organisasi yang diikuti kak Halim adalah perisai diri (semacam pencak silat) yang diikutinya dengan aktif selama masa SMA tetapi sejak di kuliah ia sudah jarang aktif di sana.

Motivasi kak Halim memilih lab RPL adalah karena suasana lab RPL, dia merasa suasana kekeluargaan lab RPL sangat kuat (waktu saya tanya bukannya kalau suasana kekeluargaan, lab basis data juga kuat tetapi katanya waktu Open House Lab IF saat itu presentasi lab RPL saat itu tentang rasa kekeluargaan lebih kuat dibandingkan basis data, wah kalau begitu presentasi tahun depan lab basdat mesti lebih menonjolkan hal ini). Keuntungan setelah menjadi lab RPL adalah dapat menikmati suasana kekeluargaan dalam lab RPL (berarti yang dipresentasiin bukan bohongan J) dan banyak mendapatkan ilmu karena di lab RPL sering ada sharing dari angkatan-angkatan atas mengenai TA mereka. Sedangkan pengalaman selama kak Halim menjadi koordinator adalah pekerjaannya sebenarnya tidak berat asal ada kemauan yang kuat dan juga belajar untuk membujuk asisten lain untuk dapat aktif. Kalau masalah pembagian asisten mata kuliah, biasanya kak Halim hanya menugaskan siapa yang menjadi asisten mata kuliah itu, mengenai pembagian kelompok atau penentuan koordinator diurus oleh mereka sendiri. Pengalaman menarik di RPL adalah ketika oprec pada jaman kak Halim masih jadi calon asisten, ia benar-benar tidak menyangka pada saat pengumuman, para asisten juga memberikan testimoni kepada calon asisten, jadi bukan hanya calon asisten yang memberikan testimoni kepada asisten.

Kak Halim orangnya sangat ramah, mudah sekali diajak janjian, dan yang paling saya ingat adalah kak Halim cadel (tidak bisa mengucapkan “R” seperti orang biasa) karena saya sangat jarang bertemu orang seperti itu, jadi ketika wawancara saya agak aneh mendengarnya. Lalu kak Halim sepertinya (ini sepertinya lho) orangnya mudah gugup karena ia sangat jarang menatap mata saya ketika ia ngomong, selama itu ia selalu melihat ke arah lain, tetapi kembali melihat saya ketika saya bertanya. Cita-cita kak Halim adalah membuat perusahaan kecil dan membuat perkebunan hortikultural organik. Cita-cita yang kedua karena didorong oleh keluarganya yang banyak berprofesi di bidang perkebunan. Tetapi untuk jangka pendek, yaitu setelah lulus dari ITB ini, ia ingin bekerja di tempat yang sama dengan tempatnya bekerja saat KP yaitu di Master Infotama di Jakarta, disana ia mengembangkan sistem pengawas. Kak Halim tidak ingin langsung bekerja di perusahaan besar seperti Telkom karena biasa di perusahaan besar itu kerjanya biasanya langsung ke manajemen, sedangkan ia ingin bekerja mulai dari bidang engineer nya terlebih dahulu. Kak Halim juga merupakan orang yang memiliki banyak prinsip seperti yang terlihat ketika ditanya moto hidupnya, kak Halim menjawab tidak ada karena menurutnya sekian banyak prinsip rasanya sulit untuk dirumuskan dalam satu kalimat. Mata kuliah favoritnya adalah Sistem Temu Balik Informasi karena ia merasa mata kuliah ini yang paling dimengerti diantara mata kuliah yang lain. Sedangkan dosen favoritnya adalah pak Rila karena beliau benar-benar menguasai di bidangnya serta hal-hal yang diajarkan benar-benar materi yang berguna bagi kita nantinya.

2 Responses to “Testimoni oleh Firdi – 13507045”

  1. Irma said

    woww.. lengkap..😀

  2. Firdi said

    [quote comment from Hendro to “Testimoni oleh Firdi -13507045”]
    ampun firdi….
    serem byk bgt wawancarany
    mantap2🙂
    [endquote]

    Sorry kak Hendro, bermaksud me-reply tapi salah klik link di email jadi terhapus, jadi aku posting ulang commentnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: